Tempat Bersejarah di Indonesia - Selain kekayaan alam, apa yang bisa dibanggakan dari Indonesia? Yap Sejarahnya, Negeri ini memiliki sejarah panjang mulai dari masa kejayaan dinasti di masa lampau sampai perjuangan rakyat merebut kemerdekaan.
Tak ada alasan untuk tidak mengenal negeri sendiri dari sejarahnya,
salah satu cara kita mengenal sejarah indonesia adalah dengan berwisata
ke tempat-tempat bersejarah tersebut.Berwisata merupakan salah satu cara terbaik untuk Belajar Sejarah, dengan Mengunjungi
Tempat Bersejarah di Indonesia
sobat secara tidak langsung juga belajar mengenai sejarah indonesia
karena salah satu cara mempelajari sejarah indonesia adalah dengan
mempelajarinya lewat peninggalan sejarahnya yang ada di berbagai kota di
Indonesia.Berikut ini akan kami sajikan
15 tempat bersejarah di Indonesia:
1. Candi Borobudur (Magelang)
Borobudur merupakan sebuah candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa
Tengah. Lokasi candi kurang lebih 86 km di sebelah barat Surakarta, 100
km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut
Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama
Buddha Mahayana sekitar tahun 800an Masehi pada masa pemerintahan
wangsa Syailendra.
Borobudur juga merupakan candi atau kuil Buddha serta monumen Buddha terbesar di dunia.
Dalam pembangunannya belum ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan
siapakah yang membangun Borobudur dan apa kegunaannya. Waktu
pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara
yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang
lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. maka
Borobudur diperkirakan dibangun sekitar tahun 800 masehi. Kurun waktu
ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M, yang merupakan masa puncak
kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah, dimana masa itu dipengaruhi
Kemaharajaan Sriwijaya. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan
waktu 75 samapai 100 tahun dan benar-benar dirampungkan pada masa
pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825.
2. Candi Prambanan (Yogyakarta)
Candi Loro Jonggrang atau Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu
terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini
dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Wishnu, Siwa
dan Brahma. Menurut prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi Prambanan
adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna "Rumah Siwa"), dan
memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa
Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa
Siwa lebih diutamakan.Prambanan merupakan candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah
dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini diawali oleh
Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi
Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama
menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali
berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa
kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing. yaitu wangsa Sailendra
penganut Buddha dan wangsa Sanjaya penganut Hindu. Pastinya, dengan
dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Siwa kembali
mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra
cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai
bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha
Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.
Candi Prambanan sendiri pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan
dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala
dan raja Balitung Maha Sambu. Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka
tahun 856 M, Dalam prasasti Siwagrha tertulis bahwa saat pembangunan
candi Siwagrha berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata
air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang
dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan
sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan. Sejarawan menduga bahwa
aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan
dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai bisa mengancam
konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan
sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan
sepanjang dinding barat di luar kompleks candi.
3. Lawang Sewu (Semarang)
Lawang Sewu merupakan gedung gedung bersejarah di Indonesia yang
berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang
merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau
NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di
bundaran Tugu Muda.
Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij
(yang digunakan untuk Kantor Pusat NIS). pada mulanya kegiatan
administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang
NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang begitu
pesat, mengakibatkan bertambahnya kebutuhan personil teknis dan tenaga
administrasi yang besar.Pada akibatnya kantor NIS di stasiun
Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi dilakukan NIS antara
lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi
sementara. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa
sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting.
Maka, diusulkanlah alternatif lain: yaitu membangun kantor administrasi
di lokasi baru. kemudian dibangunlah Lawang Sewu di ujung Bodjongweg
Semarang (sekarang Jalan Pemuda).
10. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak merupakan salah satu mesjid tertua yang ada di
Indonesia. Masjid ini terletak di Kampung Kauman, Kabupaten Demak, Jawa
Tengah. Masjid Agung Demak dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya walisongo
(para ulama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa). Pendiri masjid
ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan
Demak sekitar abad ke-15 Masehi.
Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang karismatik ini
dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet,
dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka.
Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki
berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus
berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak
berdiri pada tahun 1401 Saka. Masjid ini didirikan pada tanggal 1
Shofar.
Atap Masjid Agung Demak ditahan empat tiang kayu raksasa yang khusus
dibuat empat wali di antara Wali Songo. Saka sebelah tenggara adalah
buatan Sunan Ampel, sebelah barat daya buatan Sunan Gunung Jati, sebelah
barat laut buatan Sunan Bonang, sedang sebelah timur laut merupakan
sumbangan Sunan Kalijaga.